RSS

“Tulisan Bosan Penuh Kenangan”

03 Apr

 _MG_6561

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ..

Hampir 36 bulan terlalui begitu cepatnya. Hingga sampai saat ini, semuanya masih terasa sangat melekat didalam benak dan pikiran. Okeh, aku gak jadi kaya gini, alay banget ternyata. 😀

Kali ini aku udah kelas XII SMA. Aku gak mau disebut dengan pangkat atau bahkan menjabat di kelas 3 SMA. Karena kata orang-orang itu cuma ada di zaman yang celana nya masih lebar di bagian bawah. Hehe. Gak menyangka dan juga gak merasa ternyata sekarang udah jenggotan ama kumisan ajah. Itulah yang sering disampaikan oleh manusia-manusia yang sudah berada ditempat yang sedang aku alami sekarang yaitu di masa putih abu-abu yang sudah hampir selesai dijalani. Padahal dulu, 3 tahun silam. Ketika awal dua pasang kaki ini membuat jejak di tanah Madani, dengan raut serta aura yang sangat dominan dengan mudanya terpampang jelas ketika dipandang. Dan juga dengan kepolosan yang sangat kental. Sekarang sudah menjadi kenangan indah dengan berlalunya waktu hingga sampai saat ini.

Yah, di pertengahan tahun 2012.

Aku resmi melepaskan kaki dari Sekolah Menengah Pertama yang sudah aku lalui selama 3 tahun. Rasanya sangat miris karena telah berpisah dengan teman-teman seperjuangan pada masa itu. Akan tetapi, aku tidak menyangka bahwa ternyata dari perpisahan itulah aku menemukan sebuah kehidupan baru yang bahkan menurutku sangat berkesan dan akan selalu terkenang hingga sampai kapanpun. Dan juga dengan merasakan hal ini, aku bisa mengetahui bagaimana rasanya kehidupan yang selama ini selalu dibicarakan oleh orang-orang yang tidak hanya di lingkungan ku, bahkan juga semua orang  yang pernah menjalaninya pun akan berkata demikian. Betul sekali, itulah namanya Masa SMA…

Di pertengahan tahun itulah aku mencoba memberanikan diri memasuki sebuah sekolah yang menurutku sangat berkualitas. Walaupun hampir semua orang di lingkunganku berkata  bahwa sekolah yang menyandang status swasta itu akan sangat sulit untuk menuju masa didepannya. Aku tidak merasa gentar sedikit pun. Bahkan dengan mendengar hal tersebut aku malah termotivasi ingin membuktikan bahwa dimanapun aku bersekolah, aku akan mencetak hal-hal yang akan menjadi kebanggaan diriku pribadi dan juga untuk semua orang yang mengenalku. Dengan tekad ku yang sudah tidak bisa ditahan-tahan lagi. Akhirnya dengan restu kedua orang tua yang sangat mendukung atas keputusan ku itu, aku pun akhirnya mendaftar menjadi calon siswa di SMAIT Al-Madanaiyah Samuda.

Walaupun aku agak merasa takut, yah maklum lah merasa takut karena ketika di tahun angkatan pertama banyak sekali yang gugur ketika mendaftar disekolah swasta yang baru berdiri kurang lebih satu tahun ini. Akan tetapi dengan memiliki tekad yang kuat, dan dengan selalu istiqomah berdoa, akhirnya aku pun diterima menjadi siswa di sekolah islam ini dengan melewati beberapa tes yang lumayan menguras tenaga dan pikiran..hehe berat banget kata-katanya..haha

Karena aku sudah lulus menjadi siswa disekolah ini, aku akan lebih santai dalam berceritanya..hehe. SMAIT Al-Madaniyah Samuda. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Madaniyah ini merupakan sekolah swasta yang didirikan oleh seorang saudagar di Kecamatan Samuda. Dengan berdirinya sekolah ini beliau berharap akan menciptakan generasi bangsa yang akan sangat menjunjung kaidah islam di dalam hidupnya. Dan hal itu sangat erat kaitannya dengan kehidupanku. Hahay. Hehe.

Masa-masa MOS (Masa Orientasi Siswa) yang telah berlalu. Yang sudah total membuat kita mendapatkan pengalaman serta ilmu yang sangat berharga. Dan juga total membuat kita malu selama beberapa hari itu. Akan tetapi, semuanya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena berkat itu pula kami akhirnya bisa saling berkenalan satu sama lain.  Setelah hal itu berlalu dengan sendirinya, kami pun akhirnya resmi menjadi murid di sekolah yang kami cintai. Karena sekolah kami adalah sekolah yang berlandaskan islam, jadi untuk awal tahun atau di kelas X kami dikumpulkan dengan sesama jenis. Yaitu bagi laki-laki memiliki kelas khusus dan begitu pun sebaliknya. Hal itu dilakukan untuk mencegah beredarnya hawa nafsu yang menggebu dari siswa yang sudah terbiasa berkumpul dengan lawan jenisnya atau kalau dipermudah penjelasannya yaitu membatasi antara kontak secara langsung antara kaum adam dan hawa. Hehe.

Selama dua belas bulan di kelas X ini, yang namanya juga laki-laki pasti dipenuhi dengan kekonyolan yang sangat wajar, apalagi pada masa pubertasnya. Keusilan yang sering dilakukan sesama teman tidak akan pernah luput untuk dilakukan. Tanpa adanya belas kasihan, semua akan merasa tertindas setiap harinya. Akan tetapi semua itu tidak pernah sampai berujung ke masalah yang sangat berat. Karena kami tahu, bahwa semua itu dilakukan untuk menambah erat persaudaraan yang kami miliki. Dewasa banget kami yah..haha

Selama perjalanan hidup bersama mereka di kelas awal ini, tak hanya yang ramenya aja yang kami rasakan. Tapi juga ada kesedihan yang begitu mendalam. Yah, hampir ada 5 orang teman kami yang berhenti dari sekolah ini. Berhenti disini aku maksudkan ada yang berhenti, diberhentikan atau bahkan hal yang tidak dapat kami bahkan saya mengerti, mereka langsung menghilang begitu saja tanpa memberi kabar. Kaya orang yang jadian, terus gak memberi kabar sama sekali dan berakhir dengan perpisahan..haha tapi diantara kami gak ada yang jadian yah. Kami cowok semua soalnya.. kami normal semua. Pejantan sejati..haha

Pada masa ini juga, eh tunggu dulu.. kali ini bukannya aku ingin merusak nama baik anggota atau bahkan individual tertentu. Tapi cuma sebatas ingin menyampaikan uneg-uneg selama ini yang masih tersimpan. Haha tapi aku bukan orang yang pendendam tentunya. Kita lanjutkan. Pada masa inilah aku mengetahui bagaimana rasanya didiskriminasi oleh orang-orang tertentu. Yaa, terutama dalam hal pelajaran. Aku tahu bahkan kami pun mengerti betul bagaimana niat yang baik dari semua perlakuan itu. Tapi, ada kala nya kami merasa bahwa hal itu sangat menjadi beban dalam menjalani setiap pembelajaran. Walaupun itu semua memang lah salah kami yang telah menjadi anak-anak yang nakal setiap harinya. Tapiiiiii, yah sudah lah itu sudah berlalu juga dan itu cuma terjadi di masa awal kami menjalani sekolah di tempat ini.

Okeh, kita berlanjut yah. Udah cukup sedih-sedihnya. Tadi kan sudah cerita di kelas X nya. Sekarang kita cerita di kelas XI. Ini adalah momen yang sangat memberi kesan. Di suasana baru ini, aku kemudian merasakan dimana adanya rasa hangat keluarga kedua. Pada saat ini, kami mulai dikumpulkan dengan kaum hawa dalam satu ruangan. Karena udah mengambil jurusan baik itu IPA ataupun IPS. Dan pada kali ini aku diletakkan sebagai manusia yang menerima anugerah di kelas IPA. Aku sebenarnya bingung kenapa bisa diletakkan ditempat ini. Padahal kalau dibilang pintar, juga ngga pintar-pintar amat. Mungkin inilah anugerah yang dapat aku terima. Tanpa memasuki kelas ini aku tidak akan bisa menemukan hal yang sangat berharga dan juga kalo aku tidak memutuskan untuk memasuki sekolah ini. Mungkin jalan hidupku tidak akan mungkin seperti ini. Kata “ini” mulu yang dipake yah.. pura-pura ngerti aja yah.. hehe

Nah, yang namanya sudah terbiasa hidup dikalangan kaum adam terus dikumpulkan dengan kaum hawa. Pastilah rasanya sangat aneh. Merasa canggung, kaku, gugup, mual-mual, sakit kepala, gangguan pencernaan dan lain-lain. Hehe, kaya orang keracunan obat yah.. hehe. Dan bahkan merasa hanya ingin menyendiri pun sempat terasa terutama bagiku. Semuanya tercampur rata menjadi kegelisahan yang sangat mendalam..hoalah..haha. Padahal cuma masalah berkumpul dengan para gadis-gadis. Dalam seminggu terakhir di kelas ini, kami hanya berkumpul dengan sesama kami, maksudnya kalo cowok yah berkumpul dengan sesamanya dan bahkan sebaliknya. Hehe.. Sampai pada akhirnya kami memiliki inisiatif. Kan pada saat itu juga bersamaan akan diadakannya lomba menghias kelas yang apabila kelasnya paling bagus, cantik bahkan bersih maka akan mendapat reward yang sangat berharga. Katanya sih..hehe. Dan pada saat itulah menjadi kesempatan kami untuk saling mengakrabkan diri agar saling mengenal satu sama lain. Dan akan menjadi sebuah keluarga baru di suasana baru ini pula. Setelah dimulainya lomba tersebut, kami pun dengan semangat ’45 melakukan semua hal yang berkaitan dengan lomba itu, mulai dari menyapu lantai, menghias ruangan dan juga lainnya. Semuanya kami lakukan dengan senang hati dan gembira. Dan berkat lomba itu pula akhirnya tujuan utama yang kami harapkan tercapai. Semenjak menjalani lomba itu, akhirnya kami menjadi akrab satu sama lain. Terutama aku. Aku sagat senang, akhirnya mempunyai banyak teman baru.

Setiap event perlombaan yang kami ikuti. Kami selalu kompak dan bahkan kerena kekompakkan yang kami tumbuhkan itu selalu menjadi pondasi utama dalam kemenangan kami pada lomba-lomba yang kami ikuti itu. Selama berjalannya waktu di kelas ini. Ternyata aku mulai merasa aneh dengan kehidupanku. Ada sesuatu yang baru yang telah merasuk kedalam jiwaku. Aku tidak pernah merasakan hal ganjil seperti ini. Yah, ternyata sekarang aku memiliki sebuah perasaan yang tumbuh dihatiku. Kalau bahasa kerennya itu, merasa suka kepada seseorang. Tapi sebenarya aku bingung, kenapa rasa ini bisa tumbuh didalam diriku? Apakah ini tandanya aku sudah balig? Kan aku balig pada saat aku masih di sekolah menengah pertama. Hehe

Tapi serius, pada saat kelas XI inilah aku merasakan yang namanya “rasa suka terhadap sesesorang”. Tapi aku menyukai seorang cewek yah, bukan seorang cowok. Haha.. Yang aku sukai ini adalah teman sekelas ku sendiri. Tapi aku tidak berani mengungkapkannya, maklum lah, namanya juga pertama kali merasa suka sama orang. Tapi rasa suka ku disini karena aku sangat mengagumi dirinya. Entah kenapa, dipandanganku, aku melihat nya begitu sempurna. Hehe alay yah..haha. Nanti saja aku menyebutkan namanya. Seiring berjalannya waktu. Akibat pengaruh dari sinetron Indonesia yang udah mulai meracuni pikiran pubertas ku. Pada suatu masa pun aku menyampaikan bahwa aku menyukainya. Aku tidak mengharapkan jawaban. Hanya ingin menyampaikan, itulah tujuan ku yang sebenarnya. Hingga akhirnya aku menjadi teman akrab baginya. Dan cukup kami berdua yang tahu bagaimana kelanjutan ceritanya. Hehe. Dan pada saat kelas XI ini pula aku merasakan. Bukan hanya aku, bahkan kami satu kelas merasakan bagaimana ternyata rasanya menjadi anak yatim piatu. Yah, begitu lah yang kami rasakan. Kalau semua kelas mempunyai orang tua , yah maksudnya adalah wali kelas. Itu sangat kontras dengan apa yang kami rasakan. Kami hanya mengecap yang namanya wali kelas itu hanya separo semester pertama. Karena ada hal yang lain, akhirnya kami beberapa kali merasakan peragantian orang tua. Dan akhirnya kami sempat menjadi anak yatim piatu. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung secara berlarut-larut sampai akhirnya ada seorang guru yang mau jadi wali kelas kami. Bukan mau sih, tapi kayanya memang udah disuruh menjadi wali kelas kami deh..hehe. Namanya adalah Ustadz Burhannudin. Yah di sekolah, kami memanggil para dewan guru dengan sebutan Ustadz/Ustadzah. Kita lanjutkan, nah beliau ini adalah guru matematika yang sangat handal atau bisa dibilang sangat pintar dengan hal hitung menghitung. Bagi kami ketika sedang mengerjakan soal misalnya, terus ngga menemukan jawaban atau cara mengerjakannya. Beliau inilah yang selalu membimbing kami mengerjakan soal yang sulit bagi kami. Namanya juga guru, sudah pasti kewajibannya seperti itu. Hehe.

Ustadz Burhan(nama panggilannya) juga lah yang memberikan tugas CAS(Catatan Akhir Sekolah) ini kepada kami saat ini. Nggak tahu juga tujuannya buat apa. Yang pasti, kalo namanya tugas berarti hukumnya wajib untuk dikerjakan. Hehe. Mencoba menjadi siswa yang rajin sekali-kali. Hahay. Nah, setelah beberapa bulan, minggu, hari, jam, menit, detik, bahkan yang lebih kecil dari pada detik yang telah kami lalui. Alhamdulillah, kami semua siswa kelas XI IPA naik kelas dan mulai memasuki tahap yang paling dinanti dan juga paling dihindari. Kenapa aku berkata demikian? Karena, yang namanya masa SMA adalah masa yang tidak ingin untuk dilupakan dan juga tidak ingin untuk berhenti menjalaninya. Akan tetapi kami juga tidak mau kalau harus di sekolah ini terus menerus. Itu berarti sama saja kami semua berharap agar menjadi murid disini selamanya. Hehe.

Kelas XII. Ada yang bersyukur dan ada juga yang sedih sambil bersyukur. Hehe. Mereka semua tercampur menjadi satu dalam keadaaan seperti ini. Oh iya. Sudah sepanjang ini, aku belum memperkenalkan diriku yah. Lupa.. soalnya lagi keasyikkan ngetik, jadi sampai kelupaan. Nama aku Ahdi, bisa dipanggil Ahdi juga. Hehe. Aku sekarang duduk di kelas XII IPA. Kalian pasti sudah tahu, karena dari awal yang diceritakan adalah diriku. Haha. Nah sebelum aku lanjutkan cerita dikelas XII ini. Aku akan menyebutkan nama teman-temanku yang sudah hampir 2 tahun lebih ini menemaniku. Mereka semua sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri. Walaupun aku bilang seperti ini terus dianggap lebay. Tapi jujur, tanpa mereka manghiasi hidupku. Mungkin aku tidak akan pernah merasakan yang namanya kebahagiaan yang begitu lepas, dan juga menjalani hidup seringan ini. Akan aku sebutkan nama-nama mereka.

Yang cowoknya : Muhammad Azhar(Azhar), Fahrizal Rifky(Fahry), Muslim(tetap Muslim), Mohammad Thohir(Tohir). Ahmad Zein Nur Hadi(Zein), Muhammad Rahmadhani(Madan), Maruwan Syahruji(Obeng/Uji), Abdul Halim(Halim), Muhammad Husain(Husen), Ahmad Nazhan(Nazhan), Egy Prasetyo(Egy), Roni(tetap Roni) dan yang terakhir adalah Muhammad Amin(Amin). Nah yang tadi itu adalah nama cowok. Dan yang ini adalah nama ceweknya : Purnamawati(purnama), Aulia Rohana(Aulia), Nur Khadizah(Dizah), Ferly Mahlita(Ita), Syarmini(Mini), Nanda Avisya(Nanda), Evy Yuliani(Evi), Nur Elisya(Elisya), Misgirawanti(Misgi), Aniswatun Hasanah(Anis), Nur Huwaida(Huwai), Murni(Tetap Murni), Sofiatun Nadariah(Sofi), Risnayuti(Risna), dan yang terakhir adalah Sri Nuryanti(Sri). Bersama mereka semua inilah aku menjalani kehidupan ku di sekolah. Dan juga tidak lupa bersama Ustadz/Ustadzah yang selalu membimbing kami semua menuju jalan yang begitu mulus dan Insya Allah akan sukses ketika sudah mencapai akhirnya. Dan semoga semua amal mulia mereka dihitung sebagai ibadah yang tidak pernah ternilai oleh apapun. Dan juga semoga semua Ustadz/Ustadzah dimurahkan rezeki serta umur yang panjang. Aamiin.

Selanjutnya, dikelas XII ini. Aksi gila yang sering kami lakukan sudah mulai kami kurangi. Soalnya kami takut kalau karma menghampiri kami, hehe. Maklum lah namanya juga masih remaja. Jadi sangat wajar kalau kami masih saja melakukan hal-hal yang sangat tidak lazim. Hehe. Sekarang kami sedang mempersiapkan diri untuk berperang melawan soal-soal pembunuh yang sudah siap juga untuk menyerang kami. Tapi kami tidak mau kalah. Akan kami buktikan bahwa kami, walaupun cuma tinggal di sebuah kecamatan di pulau Borneo ini. Kami juga mampu memberi prestasi yang kami punya, dan tunggulah saat untuk menyaksikan itu semua. Satu minggu terakhir sebelum Ujian Nasional ini dimulai. Mungkin dengan Catatan Akhir Sekolah ini bisa juga disebut sebagai surat wasiat, yah. Karena kami akan bertempur. Kalau kami menang dan semoga itu semua terjadi. Aamiin, nah berarti sama hal nya kami mati syahid. Hehe. Dan begitu pula sebaliknya. Semoga yang membaca ini mengerti. Hehe.

Okeh, kami sekarang sudah mulai serius, tidak seperti dulu lagi. Yang hany banyak mengeluarkan tanaga untuk menghibur diri. Sekarang semua tenaga itu kami porsirkan untuk menghadapi Ujian yang semakin hari semakin dekat ini. Kami hanya bisa berharap dan berusaha semaksimal mungkin agar kami meraih semuanya dengan mudah dan dapat memberikan kebahagiaan bukan hanya untuk kami saja tapi juga untuk semua keluarga dan orang-orang disekitar kami.

Perjalanan hidupku disekolah ini sudah aku rangkum dalam 2000 kata yang telah aku lukiskan. Memang, kalau hanya coba di ingat saja. Pasti akan terlupakan. Dan mungkin ini nadalah cara yang baik agar semua kenagan ini tidak akan pernah hilang dalam kehidupan. Masa SMA. Aku akan selalu merindukan masa-masa ini. Masa yang begitu menyenangkan. Masa dimana semua perilaku dari SD hingga saat kini kami terapkan. Masa yang juga memberi gambaran kepada kami tentang masa depan. Dan yang jelas adalah masa dimana kami merasakan makna indahnya kekeluargaan.

Semoga dengan cerita ini, semua dapat mengambil hikmahnya. Walaupun ceritanya agak membosankan. Tapi paling tidak ada segaris ilmu yang dapat ditoreh. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Fahraini..”01-04-15”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2015 in Ahdianor Fahraini

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: