RSS

Sepotong Cerita

03 Apr

Rc

Waktu memang terlalu cepat berlalu, terumata bagi gue yang bentar lagi mau hijrah ke kehidupan yang lebih menantang dan lebih keras lagi,

tak terasa kini sudah hampir 3 tahun gue mencuri ilmu di salah satu sekolah menengah atas yang ada di samuda, tepatnya SMA IT AL-MADANIYAH, wuih, keren ya nama sekolah gue apalagi kalo di gabungin, YPI TERPADU AL-MADANIYAH SAMUDA.

Keren saja kayanya kurang pas untuk mewakilkan ungkapan bagi sekolah gue, secara gitukan sekolah gue itu di gawangi oleh guru-guru yang luar biasa, begitu juga siswanya, ada yang subhanallah dan ada juga yang astaghfirullah, tapi terlepas dari itu semua gue akan menceritakan beberapa pengalaman yang gue rajut di sekolah, maklum anak menengah atas pasti banyak cerita yang menarik karena dari disitulah awal mulanya perjalanan yang akan menentukan jati diri remaja terutama gue, karena gue juga remaja dan insya Allah akan beranjak menuju dewasa. Basa basi.

Baiklah sebelumnya gue mau memperkenalkan diri dulu, karena seperti kata pepatah yang biasa terdengar, tak kenal maka tak sayang, ya meskipun kemungkinan besar banyak diantara kalian sudah mengenal gue, tapi perkenalan ini gue persembahkan bagi mereka yang belum kenal gue. Basa basi lagi.

Nama gue Roni, dan sering di panggil Roni, gue tau apa yang kalian pikirkan, pasti kalian berpikir anak ini pasti pemalas, namanya aja cuma 4 huruf, apalagi sifatnya, pasti gak jauh-jauh dari malas, tapi gue mau membantah itu semua, tidak benar kalau gue ini anaknya pemalas, karena yang benar adalah gue ini anaknya kurang giat, itu aja. Mulai ngaco.

Gue sekarang duduk di salah satu bangku yang ada di lantai atas bagian IPA, XII IPA lebih tepatnya, mohon maaf sebelumnya,s bukannya gue mau sok pamer dengan menulis embel-embel IPA, karena jujur saja mulai dari kelas XA sampai kelas XII ini, nilai IPA gue banyak yang ngenes, gue sempat mikir, jangan-jangan gue adalah siswa yang tertukar, karena kayaknya gue bukan anak yang pas untuk masuk lingkungan IPA, setelah beberapa kali mikir dan mikir dan sampailah pemikiran gue pada titik terang,  karena pada akhirnya gue tidak mendapatkan jawabannya, ya udah mungkin ini adalah takdir tuhan yang harus gue jalani. Sok religius.

Seperti siswa menengah atas pada umumnya gue berangkat sekolah pada pagi hari dan biasanya gue berangkat pada jam 06:15 WIB, rumah gue lumayan jauh dari sekolah, karena gue harus menghabiskan waktu sebanyak 12-15 menit untuk sampai disana, tunggangan gue bukan sapi, bukan kuda dan bukan juga ninja, tapi sepeda biasa dengan gear shimano six speed, namanya Best Friend(BF), dan merupakan tunggangan tercepat di antara para pejalan kaki karena bisa di pacu hingga kecepatan 15 m/s. Hehe.

Sekarang gue kalau berangkat sekolah agak santai meskipun teman-teman gue sering melalukan Bali(Balapan liar) supaya mereka tiba di sekolah tepat waktu, mereka berlomba-berlomba untuk tiba secepat mungkin di sekolahan agar bisa mengikuti apel pagi yang sering di lakukan pada hari selasa sampai hari sabtu kecuali hari jum’at, karena kalau hari jum’at kami sholat dhuha dan dzikir bersama.

Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya gue sampai di sekolahan gue dengan selamat tanpa  kurang sesuatu apapun dan dengan waktu yang tepat pastinya, dan setelah memarkirkan tunggangan gue, gue langsung merapat ke tempat apel yang ada di depan kantor kepala sekolah, seperti pada hari-hari sebelumnya, pagi ini ada tiga orang siswa yang maju ke depan, dan mereka bertindak sebagai master of ceremony, pembaca kalam ilahi dan pemimpin doa pagi, gue mengikuti acara apel pagi dengan damai sampai acara selesai dan setelah apel paginya selesai gue dan siswa yang lain langsung berlarian menuju ke kelas masing-masing, karena kelas gue ada di lantai paling atas, gue langsung menuju ke tangga pendakian dan berjalan secara perlahan menuju keatas dengan hati-hati.

Setelah sampai di lantai atas gue tidak langsung masuk ke kelas, tapi gue mengamati dari ketinggian siswa yang lagi di hukum gara-gara telat, gue jadi ingat dulu waktu gue kelas X gue sering telat, gue gak tahu kenapa gue bisa telat, padahal gue berangkatnya jam 06:15 dan setelah kelas XI IPA gue jadi sadar, permasalahannya bukan pada waktu berangkatnya, tapi pada kecepatan yang gue gunakan, jadi menurut teori fisika yang gue pelajari bahwa kecepatan pacu kendaraan  dengan jarak yang telah di tentukan maka akan di hasilkan waktu yang sudah pasti. Ini maksudnya apa?

Pagi ini lumayan banyak yang telat istilah kerennya itu panen, ngomong-ngomong soal panen dulu waktu gue kelas XI gue pernah telat di temani oleh beberapa adik kelas dan kakak kelas, dan waktu itu kami siswa istimewa yang telat di beri hukuman, memandangi indahnya awan pagi dengan di sinari oleh cahaya mentari yang menyilaukan, dan kami di hukum selama satu jam pelajaran pertama, gue dan beberapa adik dan kakak kelas gue berbincang-bincang masalah keterlambatan kami, di tengah lapangan yang sudah mulai memanas kami curhat antara satu dengan yang lainnya, dan sejak hari hari gue memiliki teman sepertelatan, jadi kalau gue telat pasti teman gue itu telat juga karena dia memang cukup ahli dalam hal telat.

Teng teng teng, lonceng pertama dengan tiga kali dentuman terdengar, yang artinya jam pelajaran pertama siap di mulai, gue langsung masuk kelas dan langsung mengambil posisi duduk di bagian belakang karena disitu memang tempat duduk gue bersama dengan tiga teman gue yang juga duduk di bagian belakang.

Mata pelajaran pertama adalah kimia, gue keluarin semua alat dan bahan yang bersangkutan dengan kimia, yaitu buku yang berfungsi sebagai tempat menyimpan tulisan gue baik itu rumus atau teori yang nantinya akan gue pakai untuk mengerjakan dan menjawab soal-soal, pulpen, alat tulis yang gue gunakan untuk menuliskan angka-angka penting  yang terpampang dan yang terakhir tabel sistem periodik unsur atau lebih popular dengan sebutan Tabel SPU.

Pelajaran baru berjalan selama 15 menit teman gue sudah ada yang tumbang, entah karena dia mengantuk atau karena sakit gue gak tahu, sumpah  gue gak tahu, yang gue tahu adalah  kurang lima menit lagi gue bakal ikutan tumbang, karena gue salah mencampurkan bahan kimia yang terpampang di papan tulis dengan rumus yang sudah di tentukan, tapi sebenarnya itu cuma basa-basi gue aja, sebenarnya gue mau tumbang karena gue mulai bingung, tapi gue tidak panik, gue tetap tenang menjalani masa belajar gue, sampai pada akhirnya gue benar-benar tumbang. Sedih.

Lonceng kedua mulai terdengar, ini waktunya bagi kami seluruh siswa untuk melaksanakan sholat dhuha, siswa-siswi langsung berhamburan keluar kelas dan langsung menuju  ke musholla Assayyid Alawi Al-Maliki, wuih keren ya nama musholla sekolahan gue, hehe. Sebelum masuk musholla dan sholat dhuha pertama gue berwudhu terlebih dahulu, tapi sebelum itu gue ngantri di barisan para penghuni wc, karena perut gue agak mules kayaknya ada sesuatu yang sudah tidak sabar mau melepaskan diri dari dalam diri gue. Setelah semuanya selesai gue langsung masuk ke musholla lalu sholat dhuha 2 rakaat, setelah itu gue ngantri lagi untuk ngambil alqur’an, kayaknya dari tadi ngantri terus ya? Haha.

Maklum lah, siswa di sekolahan gue itu agak padat, jadi untuk melakukan beberapa kegiatan harus serba ngantri. Sholat dhuha sudah, tadarrus juga sudah dan inilah tiba saatnya untuk sarapan pagi setengah siang, gue langsung meluncur ke kantin dan lagi-lagi gue harus ngantri untuk mendapatkan makanan. Karena gue sudah lapar banget, jadi gue langsung menerobos antrian tersebut dan langsung mengambil makanan yang sering gue makan, yaitu lalapan dan minumnya air putih dalam kemasan. Setelah itu gue langsung duduk di tempat yang telah tersedia disana dengan beberapa teman gue. Gue dan beberapa teman gue itu kalau makan seperti membentuk suatu komunitas yang anggotanya hanya kelas XII saja, sedangkan kelas yang lain agak menjauh, bukan karena mereka takut untuk mendekat pada kami, tapi memang tempat duduknya terbatas, jadi siswa yang lain seperti adik tingkat itu harus mencari tempat duduk yang masih kosong.

Selesai makan gue tidak langsung pergi ke kelas, karena sebagai pelanggan yang baik dan bertanggung jawab gue harus membayar terlebih dahulu makanan yang sudah gue makan tadi dan baru setelah itu gue pergi ke wc karena gue kebelet pengen buang air kecil. Sayup-sayup bunyi lonceng ketiga mulai terdengar, itu artinya waktu istirahat sudah selesai, dan waktunya memulai pelajaran selanjutnya.

Gue mulai mendaki tangga untuk menuju ke kelas, dan di tengah-tengah pendakian gue, gue melihat para guru berbondong-bondong mau masuk ke tempat rapat, entah apa yang mau di rapatin, tapi yang jelas guru gak akan mengajar, dan ini adalah dua berita yang pasti, yang pertama jam pelajaran kedua kosong atau paling tidak dapat tugas, dan yang kedua kami akan di pulangkan lebih awal. Gue lebih suka berita yang pertama tapi tak putus harapan gue supaya berita yang kedua lebih di utamakan. Wuah gak bener nih.

Akhirnya setelah beberapa menit menunggu kepastian, keputusan sudah di dapatkan, salah satu guru gue memukul lonceng sebanyak empat kali, sontak seluruh siswa termasuk gue bersorak ria karena itu artinya kami akan di pulangkan, tapi sebelum itu kami di kumpulkan di padang gersang nan panas untuk mendapatkan beberapa informasi mengenai kepulangan awal kami ini, karena kami kalau pulang itu biasanya ba’da sholat asar, meskipun begitu kami merasa asik, itulah keajaiban pukul tiga.

Salah satu guru gue memaparkan bahwa kepulangan kami ini karena para dewan guru mau mengadakan rapat tentang kurikulum 2013, yah sekolahan gue memakai kurikulum 2013 dan juga KTSP 2006, K13 bagi adik kelas kami, sedangkan KTSP 2006 bagi kami kelas XII, jadi secara tidak langsung kami yang kelas XII adalah generasi terakhir KTSP 2006. Bangga.

Setelah mendapatkan informasi, kami membaca doa sebelum pulang dan setelah itu kami di pulangkan, seluruh siswa keluar dari gerbang sekolahan seperti orang tawuran, saling desak-desakan untuk menjadi siapa yang keluar gerbang duluan, gue dan beberapa pasukan penunggang sepeda menunggu tertibnya suasana, setelah suasana mulai tertib dan tenang kami para penunggang sepeda langsung memacu kendaraan kami dengan kecepatan masing-masing.

Sesampainya dirumah, gue langsung bemain dengan Anastasia, bagi yang belum tahu dengan Anastasia, perkenalkan, Anastasia adalah laptop gue yang berwarna putih dengan otak intel Celeron 877 1.40 Ghz, maaf sesudahnya, bukannya gue mau mereview laptop gue, tapi, ah sudah lah lupakan.

Gue sering memperlakukan Anastasia dengan cara yang tidak lazim, keji dan kejam dan tidak berkeprilaptopan, karena gue sering memaksa dia untuk memainkan game-game yang sebenarnya di luar kemampuan dia, tapi namanya juga di paksa, mau tidak mau dia tetap mau, walaupun pada akhirnya dia batuk-batuk dan demam, dan selain memainkan game gue juga sering menyuruh dia untuk memainkan film dengan resolusi High Definition yang kalau film ini di putar di hp buatan negeri tetangga yang terkenal dengan murah meriahnya harga jual maka layarnya akan mengeluarkan asap, karena tidak mampu menjalankan film tersebut. Terlepas dari itu semua Anastasia adalah gadget sekaligus teman yang setia menemani gue baik dalam suka maupun duka. Dramatis.

Hari ini adalah hari rabu, jadi gue memakai seragam batik, nah seragam batik gue ini agak ngenes, karena terdapat beberapa sobekan yang memprihatinkan, gue terlihat seperti gembel kalau memakainya, tapi meskipun kayak gembel gue tetap rapi kok, tapi tetap gembel yang rapi, menurut gue, ya meskipun kadang-kadang  beberapa teman gue tidak sependapat dengan gue, sebenarnya gue ingin sekali mengganti baju gue ini, tapi karena sebentar lagi gue akan keluar dari tempat gue belajar(baca : lulus),  jadi gue biarkan saja baju batik gue ini, sebenarnya dalam sobekan tersebut terdapat beberapa kenangan yang menyenangkan, tapi tidak akan gue deskripsikan kenangan tersebut cukup gue dia dan Tuhan sajalah yang tahu hehe. Sok asik.

Pagi ini agak lama kami berjemur mengikuti apel pagi, karena ada beberapa informasi yang di sampaikan secara langsung oleh kepala sekolah, ini mengenai K13, karena ternyata eh ternyata k13 di sekolahan gue diganti lagi dengan KTSP 2006, itu artinya kami yang kelas XII bukan lagi penyandang generasi terakhir KTSP 2006, beberapa siswa ada yang menyambut kabar tersebut dengan senang dan ada juga yang kecewa, tapi apapun kurikulumnya yang penting adalah tetap belajar, itu.

Selain informasi tentang K13, kami juga mendapat informasi tentang UTS bagi kelas XI dan X, UAS bagi kami para penghuni terakhir, mendengar informasi tersebut kami para penghuni terakhir merasa biasa saja, tapi dalam hati dag-dig-dug gitu, secara ini adalah Ujian Akhir Sekolah kami, yah mudah-mudahan saja UAS kami ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Emmm, sebenarnya masih banyak yang ingin gue catat disini, kenangan bersama teman-teman gue,  kebersamaan yang sering kami lalui bersama mulai dari kelas X XI dan XII, tapi gue sadar bahwa indahnya kebersamaan kami tak dapat gue ungkapkan dengan kata-kata, suka duka yang telah kami rajut bersama tak akan bisa terangkai dengan frase apapun.

Dan karena sebentar lagi gue dan teman-teman gue yang di kelas XII akan berpisah dan menjalani kehidupan kami masing-masing, jadi hanya beberapa kata yang ingin gue ungkapin, pertama terima kasih telah menjadi teman gue, terima kasih sudah mau berbagi waku dengan gue, gue sadar gue sering bikin kesel teman-teman, terutama teman-teman yang sering satu kelompok dengan gue, karena gue sering bersikap santai dengan tugas kelompok tersebut, sehingga tak jarang gue tidak membantu bahkan tidak mengerjakan sama sekali, jadi gue mohon maaf, gue tahu ini bukan lebaran yang ada acara maaf memaafkannya, tapi sekali lagi gue mohon maaf dan mudah-mudahan kita semua bisa mencapai cita-cita kita masing-masing dan bertemu di puncak kesuksesan kita. Terakhir, UHIBBU ILAIKUM JAMI’AN.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2015 in Roni

 

Tag: , ,

2 responses to “Sepotong Cerita

  1. smaitputrascience

    3 April 2015 at 3:29 pm

    Behhh.. dari ke”absurd”an nya.. ini kata-katanya dewasa bangettt..hahaha.. tapi jujur, aku suka bangett… serius cahh.. salam cah..

    Suka

     
    • Ryuzaki Alvarino

      3 April 2015 at 11:12 pm

      Luar biasa, sepertinya anda adalah pecinta kata-kata dewasa,
      bagus bagus, ternyata masih ada spesies yang menyukai kata-kata yang gak penting. ahahahaha uhuk uhuk uhuk uhuk, ehem ehem ehem, batuk.
      ok. salam.

      Suka

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: