RSS

Catatan Akhir Sekolah : Setetes Kenangan Terindah

01 Apr
Catatan Akhir Sekolah  : Setetes Kenangan Terindah

SMA IT AL-MADANIYAH, sebuah sekolah baru bertitelkan Islam dibelakangnya ( IT=Islam Terpadu, bukan IT nya computer ). Sekolah berlantai 3 bercat hijau dengan sederet guru muda dan sedikit tua, dari yang berpengalaman sampai yang baru. Walaupun sekolah baru, SMA yang satu ini patut diperhitungkan dalam berbagai event.

Cukup tentang sekolah, waktunya bercerita tentang penghuninya, khususnya XII IPA dan penghuni-penghuninya. Gue Muhammad Azhar, seorang anak yang biasa-biasa aja ( menurut gue ). Gue berada di kelas XII IPA ( kenapa gak XII IPA 1 atau gak XII IPA 2?, karena disekolah itu cuma ada satu kelas XII IPA ), kelas yang paling ribut, paling susah diatur ( gak susah-susah amat sih ), paling berfrestasi ( menurut penghuniya ), kelas yang paling mandiri ( menurut berbagai fakta dan spekulasi dari penghuni kelas ), kelas yang paling kekanak-kanakan ( menurut sudut pandang gue, termasuk gue sendiri ) dan kelas yang paling kompak. Kelas XII IPA gak semata-mata terbentuk begitu aja, tapi melalui proses yag sangat panjang, dimulai dari kelas X.

Dikelas X, sebelum terbentuk IPA dan IPS kami dibagi menjadi 2 kelas, X-A ( khusus putra ) dan X-B ( khusus putri ). Setahun berlalu dikelas X, bersama sederet masalah yang membuat kepala guru-guru kami pusing. Di penghujung kelas X, kami diharuskan memilih jurusan, disini gue memilih IPA ( kenapa IPA, karena cuma IPA yang paling gue suka ), beberapa teman baik gue juga memilh IPA. Naik kekelas XI atau lebih tepatnya kelas XI IPA, ini merupakan hal baru bagi kami, karena biasanya satu kelas dihuni oleh pria-pria, dikelas XI kami disatukan dengan wanita. Dan kelas inilah bibit dari kelas XII IPA. Dikelas ini juga gue mengenal lebih jauh teman-teman gue di kelas X. Dikelas ini juga banyak terjadi interaksi-interaksi yang sangat menakjubkan, yang menjadi bibit dari persahabatan kami.

Kelas XI merupakan kelas yang paling enjoy, dimana kami bisa santai-santai, dikelas ini juga “pondasi” dari kekompakan kami ( kelas XII IPA ) tercipta. Dimulai dari menghias kelas, mengikuti Muhadaroh, latihan upacara bendera dan berbagai projek kelas. Dan kelas ini juga merupakan kelas yang paling aneh ( menurut gue ), kenapa paling aneh? Dikelas lain wali kelas merupakan posisi yang paling dibutuhkan untuk menjadi pembimbing dan biasanya wali kelas tidak akan berubah sampai kelas itu “bubar”( naik kekelas selanjutnya ). Tapi hal itu tidak berlaku dikelas kami, di kelas XI IPA pergantian wali kelas sering terjadi, hal ini disebabkan guru yang berganti dan ada guru yang cuti panjang. Wali kelas pertama kami adalah pak Warta S. Pd. beliau kemudian pindah dan wali kelas kami kemudian digantikan oleh ibu Lia Puspita Dewi S. Si. kemudian beliau cuti ( cuti kehamilan ) dan digantikan oleh pak Burhan S.Pd.

Setahun berlalu dikelas XI IPA, berlanjut ke kelas XII IPA. Disinilah puncak dari kekompakan kami sebagai kelas. Banyak prestasi tercapai dikelas XI IPA menjadikan kami sebagai salah satu kelas yang patut diperhitungkan diberbagai event sekolah. Hal paling menyenangkan terjadi saat klass meeting, bukan karena kami menang ( karena kemenangan sudah biasa buat kami ), tapi kesenangan itu terjadi pada saat menjadi sporter. Dengan title kelas paling ribut dan banyak bicara, menjadikan sporter kelas kami paling “bringas” dibandingkan kelas yang lain. Gimana tidak, pada saat kelas kami bertanding, apabila musuh melakukan satu kesalahan kecil saja, sporter yang tadinya biasa-biasa saja, berubah seketika menjadi “bringas”. Dan apabila sporter kelas lain berulah, sporter kami pun kembali menjadi “biringas”. Karena kebringasan sporter kami lah, kami berhasil mendapatkan beberapa gelar yang sangat memuaskan. Wow, The best class for me, because many memory at this class.

Cukup tentang pembahasan kelasnya ( karena gak ada lagi yang dapat dibahas dari kelas kami ), waktunya kita bahas tentang penghuni-penghuniya.

Yang pertama kita bahas laki-laki, Halim, Ahdi, Nazhan, Zein, Egy, Fahri, Obeng ( Maruwan ), Thohir, Husain, Madan, Amin, Muslim dan Roni. The Best Man ( wow, ngeri amat ), seluruh laki-laki merupakan penggila anime, khususnya Naruto. Jadi, setiap hari Jumat atau Sabtu akan ada satu labtop yang akan dikorbankan untuk menjadi bioskop bersama.

Halim, orang nya kurus ( mungkin karena kekurusannya dia akan selalu diingat ), seorang penggila Barcelona ( saking gilanya mungkin dia akan melakukan apapun untuk pergi ke Barcelona, Spanyol ), dia lebih mirip komentator bola dari pada seorang siswa khususnya tentang Barcelona.

Ahdi, orangnya alay ( menurut gue sendiri dan menurut penghuni-penghuni yang lain ), seorang penggila anime ( seperti gue ), seorag informan ( sumber informasi, kenapa dia menjadi sumber informasi? Gue juga gak tahu, tapi informasi apapun tantang sekolah khususnya kelas kami dia tahu, ini juga menjadikan dia sekaligus “tukang gossip” )

Nazhan, orangnya kurus, penggila Chelsea ( saking gilanya sampai kue ulang tahunpun bergambarkan Chelsea ), suka anime ( kayanya, karena ini cuma spekulasi gue, hal ini didasarkan karena pada saat online biasanya dia akan membuka situs anime ).

Zein, orangnya banyak omong ( menurut gue ), orang yang paling dermawan (kenapa paling dermawan? Hal ini didasarkan karena dialah orang paling banyak menyumbangkan hartanya untuk sekolah. Harta disini bukan uang untuk membangun sekolah atau sejenisnya, tapi karena Hp ( bukan himpunan penyelesaiaan tap Handphone ) nya lah yang paling banyak terjaring rajia).

Egy, orangnya baik, gak banyak bicara ( menurut gue ), suka bercanda ( walaupun kadang-kadang gak jelas ).

Fahri, baik, banyak bicara, jiwa kepemimpinannya ada ( gue gak tahu tentang konsep jiwa kepemimpinan itu seperti apa, tapi yang penting ada), suka nya minta-minta ( terutama film, mungkin karena malas untuk download ).

Obeng, banyak bicara, sering nyambung omongan orang, baik, dermawan dan soleh ( kalau dilihat dari cara berpakaian )

Thohir, banyak bicara, suka bicara yang aneh-aneh ( aneh di sini gak bisa dijelaskan secara gambling, tapi yang pengen tahu langsung aja hubungin orangnya ), dan sedikit malas ( cuma sedikit, rajinnya).

Husain, banyak bicara ( terutama soal ngomongin orang ), kritis ( kritis di sini, kritis terhadap kelakuan orang lain, bila ada kelakuan orang yang aneh-aneh pasti langsung di omongin ), jahil ( sangat jahil, menurut gue ).

Madan, orangnya kecil( gak kecil amat ), suka bercanda (tapi kadang-kadang bercandanya berlebihan ) suka ngomongi orang ( sama seperti Husain, mungkin bisa dibilang mereka kembar ).

Amin, kelihatannya orangnya kalem, gak banyak bicara, tapi itu cuma kelihatannya. Orang yang sebenarnya  sangat jauh dari itu, playboy ( banyak amat, saking banyaknya gak kehitungan ), tapi sejatinya orang nya baik.

Muslim, baik ( baik banget, saking baiknya gue mungkin gak bisa balas kebaikannya ), banyak bicara ( saking banyaknya gue gak bisa ngitung ).

Roni, mungkin ini orang yang paling susah ( dipahami ), pacarnya banyak, mungkin ( kenapa mungkin? Karena ketika lo buka sms yang ada di hp nya, lo akan menemukan banyak nomor cewek, dari kelas X, XI, XII,) dan dia adalah penggila anime.

Selanjutnya kita aka membahas yang perempuan, Aulia, Anis, Evy, Ferly, Misgi, Murni, Nanda, Elisya, DJ, Huwaida, PJ, Risna, Sopie, Srie and Syarmini. Jika yang laki-laki adalah penggila anime, maka yang perempuannya adalah penggila drama Korea. Jadi, jika ada waktu senggang mereka akan membuka bioskop dadakan, diamana akan ada satu labtop yang akan dikorbankan.

Aulia, sedikit tomboy ( cuma sedikit ), baik.

Anis, kalem ( banget, saking kalemnya gue gak tahu sifat asliya gimana ), gak banyak omong.

Evy, banyak bicara, suka menggosip ( setahu gue ) dan yang paling berisik.

Ferly, pendiam ( kadang-kadang banyak bicara), jarang senyum ( setahu gue )

Misgi, baik, gak terlalu banyak bicara ( setahu gue )

Murni, banyak bicara ( kalo tidak ada guru ), suka menggosip ( setahu gue ).

Nanda, yang paling sangar ( mungkin ), rajin ( rajin banget).

Elisya, smart, penggila anime ( tapi nggak gila-gila amat, mungkin ).

DJ ( Dijah ), pendiam ( kayanya ).

Huwaida, kalem, gak banyak bicara dan sedikit aneh ( gue gak tahu anehnya dimana, tapi menurut gue aneh ).

PJ ( Purnama ), alay ( mungkin, sama seperti pasangannya Ahdi)

Risna, ini orang yang paling gue.

Sopie, alay ( mungkin ), penggila korea ( gila banget ).

Srie, orang yang paling baik ( menurut gue )

Syarmini, baik, malas ( kelihatannya, gue gak tahu kenapa setelah dia pulang dari paskibraka, dia langsung berubah seperti itu ).

Selanjutnya kita akan membahas tentang guru, kami memiliki banyak guru dari kelas X dampai XII yang tidak akan pernah terlupakan. Walaupun sering berganti guru, tetapi setiap guru memiliki keasan masing-masing dengan kelas kami ( semoga kesannya baik ) dan kami haya bisa mengucapkan terima kasih.

Untuk para teman-teman gue mau bilang :

Sebentuk persahabatan sejatipun telah kita bina di indahnya masa-masa SMA yang tinggal beberapa hari lagi ini. Teman yang bukan hanya sekedar pelepas tawa, namun juga hadir di kala kita berduka, yang bersedia menyediakan pundaknya ketika kita butuh sandaran melepas pahitnya dunia. Bahkan menjadi teman seperjuangan yang turut andil dalam meramaikan jagat kenakalan-kenalakan remaja yang kita lalui di kerasnya masa-masa SMA. Bahu membahu ketika kita sedang kesulitan menghadapi masalah yang ada, membuat PR bersama,ketika ujian cari cara supaya bisa memberikan jawaban yang ada, dan lain sebagainya. Kemana lagi akan kita cari sahabat seperti itu selepas masa-masa SMA???

Dan, sekelompok orang tua kedua yang kita panggil dengan sebutan “Bapak” dan “Ibu” GURU.  Kasih sayang dan jasanya kepada kita sungguh luar biasa. Walaupun terkadang kita mengikuti pelajaran beliau dengan adegan tambahan “terkantuk-kantuk”, diiringi rasa bosan, jenuh, bahkan lebih ekstrimnya lagi kita meninggalkan beliau yang dengan kesungguhannya sedang mengajar (gue gak pernah sih, cuma hamper mau), untuk sekedar duduk di perpus, tidur-tiduran di samping tangga, atau nekat pulang ke rumah dan gak balik-balik lagi ke sekolah (sinonimnya Bolos).

Jika seorang pemikir ulung mengatakan bahwa ”future is not to be found, but to created” mungkin itu benar adanya. Dan tahukah anda, secara tidak langsung, masa-masa SMA merupakan bagian dan langkah untuk kita mencapai kondisi seperti saat ini. Masa-masa SMA turut berkontribusi untuk menciptakan ”kita” yang seperti ini (berasa menjadi Mario Teguh, tinggal ditambahin salam super untuk kita semua)

Maka patutlah rasanya jika kita mengucapan terimakasih kepada guru, sahabat, semua yang ada di SMA (termasuk satpam, ibu kantin, marbot mushola), yang turut andil mewarnai kehidupan kita dengan hitam, putih, merah, birunya dunia (bukan merah kuning hijau dilangit yang biru).

Klise memang, namun begitulah adanya. Sepahit, seburuk, semanis ( seasam mungkin ) apapun kenangan itu, kenangan tinggalllah kenangan… dan setiap kenangan itu tak kan pernah terulang persis sama seperti dahulu…Namun ada satu teori konsep kenangan yang sepertinya harus kita sepakati, bahwa; kenangan bukanlah untuk dilupakan tapi kenangan ada untuk dikenang… Biarkan menjadi sebentuk kisah, SEBUAH KISAH KLASIK UNTUK MASA DEPAN… Sebuah kisah klasik yang akan kita ceritakan kepada anak, cucu kita kelak.

Andai ada satu hari saja untuk gue dapat mengulang kembali indahnya masa SMA ( maksudnya kelas X & XI ), duduk tenang di dalam ruangan kelas, berseragam putih abu-abu ( gak setiap hari putih abu-abu, tapi dihari rabu pakai batik dan seterusnya ), mendengarkan ceramah guru di depan, membuat berbagai tugas, PR, bercanda ria dengan teman, ke kantin bareng, gila-gilaan bareng ( tapi gak gila-gila amat )

Seandainya itu benar-benar terjadi. Tapi gue tahu itu semua hanya mimpi. Tidak mungkin bisa benar-benar mengulang kembali…

Tinggal beberapa hari lagi kita akan menemui yang namanya perang (kata ahdi), mungkin dalam sejarah kehidupan gue, perang ini akan gue ingat dengan  perang 13 April yang akan menentukan bagaimana arah kehidupan gue di masa depan kelak (buat yang lain gue gak tahu, apakah kesannya sama seperti gue). Gue cuma pengen berharap supaya kita bisa mealui perang itu dengan keadaan tubuh yang utuh.

Untuk sekarang, permintaan gue ke Allah cuma ada tiga, yaitu :

Yang pertama, gue minta kenangan yang sudah gue jalaskan sedemikian rupa ( di atas ) untuk tidak dihilangkan di otak gue, supaya kapanpun gue mau meingatnya gue akan selalu ingat.

Yang kedua, berikan hasil yang terbaik ( di UN ) dan rejeki untuk gue dan teman-teman gue supaya kami bisa melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi. Dan berikanlah drajat yang tinggi untuk guru-guru gue yang telah memberikan banyak ilmunya.

Yang ketiga, jadikan mereka ( teman-teman gue ) orang-orang yang sukses, baik, dan tidak sombong ketika kami bertemu 5 , 10, atau 20 tahun ke depan.

AMINNNN

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 1 April 2015 in Muhammad Azhar

 

Tag: , , , ,

2 responses to “Catatan Akhir Sekolah : Setetes Kenangan Terindah

  1. Ryuzaki Alvarino

    3 April 2015 at 2:08 am

    Waduh, menjellek-jellekan gue ya, sialan, itu semua tidak salah lo, hehehe…
    kecuali pada bagian pacar, gue jones sejati men.

    Suka

     
  2. ipacantik15

    3 April 2015 at 7:23 pm

    heh, ngeselin.. aku kd alay pang, jutek ae… by Pj

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: